hati yang berdebar, tak seiring rima bagai derap yang bubar, bagai langkah kaki yang saling mengejar, tak teratur, tapi terus menderu. bergejolak dalam degup yang gagap. itu aku.... itu hatiku itu jantungku kala sapa mu menyapa lalu bibir yang kaku, kata yang tersekat, kelu yang tak dibuat, di tambah rona merah yang merekah di pipi yang sudah sendari tadi mengembang menahan senyum malu. ah, itu juga aku itu diriku itu wajahku saat senyummu menyapa..... karena itu... karena aku tahu, dada ini belum mampu menahan gejolaknya, yang berlarian dalam euforia pesona sapaanmu, karena aku tahu hati ini masih susah untuk mereda dalam keteduhan senyummu. karena aku tahu, muka ku amat sangat kacau saat kau lempar senyum itu, wajahku susah mengkondisikan rona merahnya, wajahku susah untuk menyembunyikan bahwa ada bahagia yang amat teramat disana. wajahku tak bisa berbohong, bahwa rasa itu ada untuk mu dan yang terakhir karena belum ada izin da...